Minggu, 05 Juli 2009

Basket

hanya ada sebuah bola
itu pun merah pudar warnanya
dan lapangan basket kecil di halaman smp kecamatan
kau kejar bola itu
aku kejar bola yang sama
kita saling kejar, saling buru
beradu siapa yang mampu melompat paling tinggi
dan mencetak angka lebih dulu

hanya ada sebuah bola
itu pun merah pudar warnanya
menggelinding dan melenting di antara keringat
dan nafas kita yang membakar
kita berkerumun pada satu tiang ring
berebut menggapai lingkaran besinya yang tak lagi berjaring
di ujung lain, ada tiang ring yang lain
sepasang tiang ring itu berdiri sejarak garis lapangan
saling hadap dan menatap lama sejak smp ini didirikan
aku membayangkan, saat tak ada satu manusia pun,
kedua tiang ring itu bertemu
dan berpelukan tepat di tengah lapangan

hanya ada sebuah bola
itu pun merah pudar warnanya
matahari bersembunyi di balik papan ring
sebelum mekar dan kemudian hilang
ditelan atap sekolah
dan setelah puluhan lompatan,
belasan pantulan, serta satu dua liukan,
akhirnya aku kau kalahkan

ah, bola itu bundar, kawan
bola itu bundar

Pinrang, Juli 09

Tidak ada komentar:

Posting Komentar